Media Dakwah, Cahaya Islam

Senin, 28 Maret 2016

Pentingkah Panggilan Sayang Ke Suami / Istri ?

Cahaya Tausiah -  Sahabat, punya panggilan sayang ke suami? Suami juga punya panggilan sayang ke istri? Sangat baik jika demikian, apalagi kalau panggilan sayang tersebut hanya dimengerti maknanya oleh suami dan istri, bukan sekadar panggilan sayang beib, honey, asal ikut-ikutan tren, maka panggilan sayang itu akan terasa lebih spesial.



http://traxonsky.com/wp-content/uploads/2013/03/panggilan-sayang-ke-pacar.jpg

Rasulullah biasa memanggil Aisyah dengan sebutan Humaira, yang kemerah-merahan pipinya. Kadang juga Aisy, yang dalam budaya Arab, pemenggalan huruf terakhir dari nama itu menunjukan panggilan manja sebagai tanda sayang. Tidak ada wanita yang tidak tersanjung dipanggil demikian oleh suaminya.

Panggilan sayang atau nickname menunjukkan tingkat kenyamanan di antara pasangan tersebut. Kadang-kadang panggilan sayang dibutuhkan dalam momen-momen yang lebih pribadi, meskipun banyak juga pasangan yang tidak ragu menunjukkan pada orang lain bagaimana mereka memanggil belahan jiwanya.

Di dunia internasional, nickname yang dimiliki pasangan satu sama lain tergantung di mana kita tinggal. Orang London biasanya punya panggilan mesra "darling ", yang lebih sopan ketimbang "love ", yang biasa digunakan orang di kawasan timur laut Inggris. Sedangkan "sweethearts " biasanya digunakan orang di kawasan timur Inggris.

Panggilan mesra menciptakan suatu ikatan bersama. Panggilan sayang bisa menjadi cara yang efektif untuk menambahkan asmara dalam komunikasi sehari-hari.

Kalau Rasulullah saja memiliki panggilan sayang untuk istrinya, mengapa kita tidak meneladani beliau? Bahkan mengatakan bahwa hal tersebut tidak penting?

Yuk, miliki panggilan sayang, dan rasakanlah hubungan yang lebih mesra dengan suami.  (sumber: umionlie)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pentingkah Panggilan Sayang Ke Suami / Istri ?

0 komentar:

Posting Komentar