Media Dakwah, Cahaya Islam

Rabu, 06 April 2016

Kisah Pezina dan Pemabuk yang Disholatkan Orang-Orang Sholeh

Cahaya Tausiah - Ada sebuah kisah menarik dari Sultan Murad IV, Sultan Kekaisaran Ottoman yang hidup tahun 1623-1640.

ilustrasi by google
 
Ia memang dikenal sering menyamar dan kemudian berbaur di tengah-tengah rakyat, untuk melihat secara langsung kehidupan negerinya.

Hingga pada suatu malam, ia dan pembantunya pergi jauh dari istana. Saat tengah berjalan, Sultan menemukan seorang pria tergeletak di tanah.

Sultan memegang lelaki itu, tapi ternyata dia sudah mati. Pada saat itu, tak ada orang yang peduli dengan kondisi mayat. Orang-orang di sekitarnya tampak sibuk dengan dirinya sendiri.

Akhirnya Sultan berseru. Karena suaranya yang keras, semua orang melirik dan memperhatikannya.

Tapi tidak ada yang mengenali bahwa itu Sultan. "Mengapa orang ini tergeletak mati di tanah dan mengapa tidak ada yang peduli? Dimana keluarganya?" tanyanya dengan suara lantang.

Orang-orang menjawab; "Dia memang begitu, dia seorang pemabuk dan pezina!"

Sultan mengatakan; "Apakah dia bukan dari umat Muhammad SAW? Sekarang, bantu aku membawanya ke rumahnya!"

Orang-orang bersama Sultan membawa jenazah lelaki itu ke rumahnya. Setelah mereka sampai di sana, orang-orang pergi kembali. Namun Sultan dan para pembantunya tetap tinggal. Ketika istri si pria itu melihat mayat suaminya, dia mulai menangis.

Dia berkata kepada si mayat; "Allah merahmatimu! Aku bersaksi bahwa kamu adalah seorang lelaki yang saleh".

Sultan bingung. "Bagaimana Anda bisa mengatakan bahwa suami Anda ini saleh padahal orang-orang mengatakan hal-hal ini dan itu tentang dia. Begitu banyak orang yang mengatakan soal buruk tentang suami Anda sehingga tidak ada yang peduli bahkan ketika dia sudah meninggal?" tanya Sultan heran.

Si istri menjawab; “Saya hanya mendoakannya. Suami saya setiap malam pergi ke kedai dan membeli anggur sebanya-banyaknya. Dia kemudian akan membawanya pulang dan menuangkan semua anggur-anggur itu ke tanah tanpa dia minum sedikitpun".

Dia kemudian selalu mengatakan; 'Aku menyelamatkan umat Islam sedikit hari ini'. Dia kemudian akan pergi pada pelacur, memberinya uang dan menyuruhnya menutup pintu sampai pagi. Dia kemudian akan kembali ke rumah untuk kedua kalinya dan berkata; 'Hari ini aku menjaga seorang wanita muda dan remaja dari orang-orang yang akan memberinya hina'.

Orang-orang selama ini memang hanya melihat dia membeli anggur dan mereka terbiasa melihat dia pergi ke rumah pelacuran dan mereka mencemoohnya.

Suatu hari si sitri berkata kepada suaminya itu; "Kalau kau mati, tidak akan ada satu orang pun yang akan memandikanmu, tidak akan ada yang mensalatkanmu dan tidak akan ada yang menguburkanmu!"

Si suami tertawa dan menjawab; "Jangan takut, Sultan bersama dengan orang-orang saleh akan mensalatkan jenazahku".

Sultan mulai menangis. "Demi Allah! Dia mengatakan kebenaran, karena aku adalah Sultan Murad. Besok kita akan memandikannya, mensalatkannya dan menguburkannya". (sumber: dream . co . id)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kisah Pezina dan Pemabuk yang Disholatkan Orang-Orang Sholeh

0 komentar:

Posting Komentar