Media Dakwah, Cahaya Islam

Kamis, 07 April 2016

MasyaAllah.. Ternyata Iblis Bisa Ngaji !

Cahaya Tausiah -  Selayaknya manusia, jin juga ada yang kafir dan ada juga yang mukmin. Bahkan kehidupannya hampir sama dengan manusia, mereka memiliki anak, cucu, pasangan, orang tua dan lain sebagainya. Mereka juga memiliki aktivitas yang sama seperti manusia pada umumnya. Yang termasuk dalam iblis ini adalah jin.





http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/845493/big/030215300_1428407478-1_lucifer.jpg


Suatu hari, Rasulullah dan para sahabatnya sedang pegi ke pasar Ukaz. Saat itulah mereka menjumpai setan-setan yang membawa suatu berita dari langit dan terkirim juga pancaran api. Para setan itu dengan cepat membawakan kabar tersebut dan kembali menuju kaumnya lagi.

Salah satu setan bertanya mengapa teman-temannya itu tergopoh-gopoh. Ia mengatakan jika berita setan terhalang sehingga tidak sampai ke bumi. Dimungkinkan ada suatu peristiwa atau kegiatan yang menghalang-halangi berita itu sampai ke bumi. Oleh karena itu, kemudian iblis memerintahkan kepada semua anak buahnya untuk berkeliling ke penjuru dunia guna memeriksa apa yang terjadi.

Setelah itu, maka berkelilinglah semua anak buah iblis ke penjuru dunia, baik ke Barat atau Timur. Mereka melalui jalan Thiamah dimana Rasulullah dan para sahabatnya sedang mengerjakan sholat bersama. Pada saat itu, Rasul sedang membacakan ayat-ayat Al-Qur’an maka setan pun mendengarkannya. Setelah ayat itu selesai dibaca, setan itu kemudian mengatakan mungkin karena hal inilah setan tidak mendapatkan berita dari langit.

Lalu, para setan itu kembali pada kaumnya dengan berkata jika mereka telah mendengarkan Al-Qur’an yang sangat mengagumkan dibaca. Al-Qur’an itu memberikan petunjuk pada kebenaran maka mereka pun harus beriman padanya dan mereka tidak akan menyekutukan dengan sesuatu apa pun terhadap Tuhan mereka.

Pada saat itu, Nabi tidak mengetahui jika jin itu ternyata mendengarkan bacaan Al-Qur’an yang beliau lakukan.

Suatu saat terdapat jin yang bernama jin Ifrit. Ia datang dan berusaha membatalkan sholat Rasulullah. Namun, Rasul tidak tergoda sama sekali bahkan beliau dapat memegang jin tersebut. Awalnya, Rasulullah berniat untuk mengikatnya pada tiang di masjid itu, tapi beliau teringat akan Nabi Sulaiman yang pernah meminta kepada Allah untuk mengampuninya dan menganugerahkan kerajaan padanya. Kemudian, Rasul melepaskan jin Ifrit tadi.

Berdasarkan hadist di atas, maka tidak menutup kemungkinan jika ada jin mukmin yang mengikuti shalat di belakang kita. Lantas bagaimana hukumnya jika jin ikut beribadah bersama manusia? Jika suatu ketika jin ikut beribadah dengan manusia maka ibadah kita tetap sah dan hal ini diperbolehkan. Rasulullah pernah ditanya oleh jin tentang bagaimana jika para jin ingin beribadah ke masjid Nabi, padahal mereka jauh dengan masjid-masjid. Kemudian Rasulullah menjawab bahwa masjid adalah rumah Allah, jadi janganlah menyembah sesembahan lain kecuali Allah.

Dengan demikian, bahwa ternyata terdapat jin yang terkadang ikut dalam sholat manusia dengan hukumnya syah. Jin yang seperti ini adalah jin mukmin. Tapi selain jin mukmin, terdapat jin kafir atau jahat yang membantu dukun, tukang sihir atau yang lainnya untuk menjerumuskan manusia ke dalam perbuatan maksiat. Jin memiliki kedudukan yang sama dengan iblis maupun setan.

Iblis saja terus belajar dan beribadah lalu apakah kita sebagai manusia tidak merasa malu? Manusia diciptakan lebih sempurna dibanding jin ataupun iblis. Oleh karena itu, seharusnya manusia bisa lebih bersyukur pada Allah.  (sumber: kumpulanmuisteri.com)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : MasyaAllah.. Ternyata Iblis Bisa Ngaji !

0 komentar:

Posting Komentar